fbpx

So, kalau waktu itu sudah bahas tentang apa itu desain grafis, sekarang kita beranjak ke prinsip desain grafis dan bagaimana penerapannya. Prinsip ini layaknya sebuah guide atau pedoman yang harus diikuti agar sebuah karya desain makin kece. 

Banyak perdebatan tentang seberapa prinsip desain yang ada. Beberapa ahli dan desainer ada yang menagkatakan tujuh, dua belas, dan ada yang mengatakan di anatara keduanya. Namun sejatinya ketika berbicara tenatang prinsip dasar desain, angka bukanlah sesuatu yang mutlak.

11 Prinsip Desain Grafis

Berikut sebelas prinsip desain yang menjadi pedoman para desainer dalam merancang karyanya: 

  • Composition atau Komposisi

Prinsip komposisi merujuk pada penggabungan dari banyak bagian menjadi suatu bentuk yang serasi. Lebih lengkapnya, komposisi adalah sesuatu yang disusun secara serasi atau harmoni dengan berlandaskan prinsip-prinsip desain lainnya. Sehingga kesatuan pada total organization atau unsur-unsur desain. 

Dalam dunia desain, komposisi merupakan pedoman dasar untuk berpikir mencapai rancangan bentuk abstrak, alamiah, non objektif, ornamental, ataupun struktural.

  • Balance atau Keseimbangan

balance in design

Prinsip desain grafis yang satu ini menekankan pada tampian unsur-unsur desains seperti bentuk, ukuran, warna, teksture, dan sebagainya agar unsur-unsur yang dikomposisikan dengan serasi, sepadan, dan memberikan kesan tepat pada tempatnya. 

Keseimbangan dalam desain grafis dibagi menjadi dua, yaitu:

  1. Keseimbangan nyata
  2. Keseimbanagn tak nyata

Sedangkan dalam ilmu dasar desain, keseimbangan dibagi menjadi dua macam, yakni:

  1. Kesimbangan formal: adalah keseimbangan simetris dimana susunan elemen yang meratakan posisi pusat secara horizontal dan vertikal. Keseimbangan ini sifatanta sederhana dan formal.
  2. Keseimbangan informal: berlawanan dengan yang sebelumnya, ini merupakan keseimbangan asimetris. Keseimbangan ini merujuk pada pengaturan yang berbeda dengan berat yang sama dari komposisinya pada setiap sisi halaman. Kesimbangan ini biasnaya banyak ditemukan pada desain kontemporer.

Keseimbangan dalam desain dapat tercapai dengan cara yang berbeda. Kesimbangan formal atau keseimbangan asimetris merupakan prisnip keseimbangan yang paling mudah dicapai.

Keseimbangan simetris tercapai apabila elemen di kedua sisi sumbu vertikal pada dasarnya sama. Misal, dua blok tesk di kesua sisi halaman akan menciptakan keseimbanagan simetris, meskipun konten blok tersebut tidak identik. 

Sedangkan keseimbangan nonformal atau asimetris tercapai ketika kedua sisi sumbu pisanyat tidak sama. Misalnya, ketika memiliki gambar besar di satu sisi yang diimbangi dengan teks yang menonjol di sisi lain. 

Apapun teknik prinsip keseimbangan yang digunakan, hasilnya akan terasa pas dan sesuai. Ini akan membuat mata oengata terasa selaras dan tidak menimbulkan perasaaan tidak nyaman. 

  • Irama atau Gerakan

irama desain

Prinsip ini merupakan upaya untuk membuat visualisasi unsur gerak pada media grafis yang statis. Irama atau gerakan ini dilakukan untuk memunculkan unsur dinamis dalam menambah nuansa penekanan yang informatif.

Dari itu, unsur irama tidak selalu ditampilkan dalam visual yang ikoni, tetapi juga permainan psikologi visual yang dapat mengarahkan mata pengamat.

  • Proporsi

Proporsi merupakan prinsip yang menampilkan perbandingan antara suatu unsur atau materi yang satu dengan materi lainnya. Ini  berhubungan erat dengan ukuran dan bentuk bidang yang akan disusun untuk menunjukkan ukuran perbandingan bagian-bagian atau keseluruhan anata serangkai unsur yang dikomposisikan. 

Prinsip desain grafis ini sering disebut juga dengan perbandingan yang memiliki prinsip untuk menentukan baik atau tidaknya suatu komposisi dalam mewujudkan bentuk. Perbandingan yang dimaksud bisa berupa perbandingan ukuran, posisi, ataupun ruang yang berelasi dengan satuan ukuran yaitu panjang, lebar, dan tinggi. 

Dalam desain proporsi juga disebut sebagai skala, yaitu ukuran relatif objek dalam sebuah desain. Elemen yang lebih besar kaitannya dengan yang lain akan ditampakkan lebih penting. Sedangkan elemen yang kecil tampak kurang penting. 

Prinsip proporsi sebaiknya digunakan untuk menciptakan minat visual dengan menarik perhatian pengamat pada elemen visual tertentu dalam desain. 

  • Unity atau Kesatuan

unity design principal

Unity  merupakan prinsip desain grafis yang diartikan sebagai keteraturan di antara unsur-unsur desain lainnya. Prinsip ini menekankan penggabungan berbagai element. 

Elemen-elemen yang digabungkan terdiri dari perbandingan, keseimbangan, irama, dan prinsip lainnya. Penggabungan itu akan menciptakan kesatuan yang memiliki hubungan satu sama lainnya. 

Unity dapat diciptakan dengan beberapa cara. Metode utama adalah melalui:

  1. Proximity: dimana elemen yang dekat satu sama lain tampak seperti grup terpadu.
  2. Alignment: elemen yang disejajarkan satu sama lain tampak terkait.
  3. Repetition: pengulangan elemen yang menciptakan rasa kesatuan, terutama jika dilakukan dalam pola yang teratur. 
  • Hierarchy

hirarki desain grafis

Hierarki visual menjadi bagian yang penting dalam menciptakan desain yang baik. Jika semua objek yang ada di lembar kerja memiliki kepentingan yang sama, maka tidak ada elemen yang menonjol. Nah, disinilah peran hierarki untuk dapat menjadi bahasa visual untuk memberi tau elemen apa yang menjadi pusat perhatian. 

Dalam menerapkan prinsip hirarki visual dapat melalui sakala (ukuran relatif dari suatu elemen) dan warna. Intinya, prinsip hierarki penting digunakan untuk memastikan elemen terpenting menonjol dibandingkan elemen yang lainnya.

  • Alignment

Prinsip alignment mengacu pada bagaimana suatu teks atau elemen grafis sejajar pada halaman. Ini merujuk pada keselarasan yang berkaitan dengan seluruh komposisi serta penyelesaiannya satu dengan yang lain. Baik itu  terkait rata tengha, rata kiri, ataupun rata kanan. 

Alignment atau keselarasan menjadi prinsip desain grafis yang sangat penting dalam merancang desain. Ketika elemen tidak selaras, terutama dalam keterkaitannya dengan yang lain maka akan menambah kesan kekacauan pada komposisi. Sederhananya, desain akan terlihat acak-acakan dan berantakan.

  • Emphasis

Emphasis atau penekanan adalah bagian dari desain yang menarik perhatian pengamat. Dalam artian, emphasis merupakan elemen yang menjadi poin utama. Idealnya, ini menjadi bagian terpenting dari desain. Bagian ini dapat berupa judul, gambar, atau call to action

Untuk memastikan bagian yang ingin ditonjolkan pada kesan pertama oleh pengamat, desainer dapat mengkombinasikan prinsip ini dengan proporsi elemen, white space, warna, pola, bayangan, dan prinsip  lainnya. 

  • Negative Space

Ruang negatif atau negative space dalam sebuah desain disebut juga sebagai ruang kosong. Bagian ini biasanya tidak memiliki elemen desain selain karena warna latar belakang atau pola dan tekstur yang halus. 

Prinsip ini sangat penting karena memberikan elemen-elemen dalam ruang komposisi untuk bernafas. Tanpa ruang kosong, desain akan terlihat berantakan dan sulit dinavigasi. 

Penting untuk desainer memberikan ruang di sekitar elemen di halaman. Negative space ini akan membuat sebuah elemen lebih menonjol dan memfasilitasi pengalaman pengguna lebih baik.

  • Variety

Prinsip variasi ibarat kehidupan dalam dunia desain. Menagpa? Hal ini dikarenakan prinsip variasi mampu membuat desain tetap menarik dan menghindari pengamat dari rasa bosan. 

Variasi dapat diciptakan dengan menambahkan elemen unik atau elemen yang tak terduga ke dalam desain. Variasi juga dapat digunakan untuk menarik perhatian pengguna ke area tertentu dalam desain dan menjadikannya lebih menonjol. 

  • Repetition 

Fungsi prinsip repetition atau pengulangan sama seperti prinsip variasi, dimana untuk membuat desain lebih hidup. Tapi bedanya, repetition lebih ditekankan untuk memperkuat elemen tertentu. Sehingga dari pola yang terbentuk dapat menciptakan ritme yang membantu menggerakkan pengamat melalui desain. 

Pengulanagan dapat digunakan dengan cara yang sederhana. Seperti menggunakan ikon yang sama, atau mengatur semua foto dengan cara yang sama. Berhati-hati dalam penggunaan prinsip ini karena bila terlalu banyak pengulangan secara reguler efeknya akan membuat desain terasa statis. 

Itulah sebelas prinsip desain grafis yang menjadi pedoman desainer dalam mengerjakan karyana. Prinsip ini harus dipahami serta diterapkan oleh desainer pada karyanya. Jangan sampai kamu yang bercita-cita jadi desainer salah lagi ya dalam memahami prinsip ini. 

Biar makin paham PIxel Ninja by Kuncie punya kelas dasar desain grafis di Kelas Graphic Desain Fundamental yang bisa ningkatin penegtahuan dan meperdalam skill desainmu!

Source:

  • https://en.wikipedia.org/wiki/Visual_design_elements_and_principles
  • https://design.tutsplus.com/articles/the-principles-of-design--cms-33962
  • https://ux360.design/principles-of-design-and-art/