fbpx

Sebagai seorang desainer grafis, tentunya kamu sudah familiar dengan software-software keluaran Adobe, seperti Illustrator, Photoshop, In Design, dll.

Tetapi, bagi sebagian orang yang baru berkecimpung di dunia desain, tidak sedikit juga yang memakai software lain, seperti CorelDraw, Inkscape, dll. Tidak ada yang salah memang, dengan software apapun kamu tetap bisa membuat karya desain yang bagus, kembali kepada kemampuan desainer itu sendiri.

Saya juga termasuk orang yang tidak terlalu peduli dengan software desain yang digunakan, toh yang penting hasilnya sama saja atau tetap bisa menghasilkan rezeki.

Tapi lain ceritanya kalo kamu punya impian bekerja di studio desain, startup, agency, atau perusahaan besar lainnya. Ada baiknya kamu mulai belajar menggunakan software desain keluaran dari Adobe.

Apa Alasannya?

Sumber gambar : https://goo.gl/LC6aDC

Karena software desain yang menjadi standar di perusahan besar, studio desain, dan startup itu, rata-rata hampir selalu menggunakan software keluaran Adobe.

Mungkin, ini dikarenakan software keluaran Adobe menyediakan solusi untuk hampir semua lini di bidang desain, seperti edit video, edit foto, membuat grafis vektor, animasi 2D, user interface design, dll.

Sehingga, tentu saja sangat memudahkan integrasi desain asset antar desainer yang mempunyai jobdesk berbeda jika memang dibutuhkan. Dengan integrasi yang mudah, pastinya ini mempercepat proses pekerjaan dari sebuah project desain.

Contohnya, untuk membuat sebuah video pendek/iklan komersial yang menarik, bisa menggunakan Adobe Premiere untuk meng-edit video nya, lalu software Adobe After Effect untuk membuat animasi 2D sederhana, dan asset grafisnya dibuat dengan bantuan software Adobe Illustrator.

Itu baru salah satu contoh penerapannya. Masih banyak lagi project- project yang membutuhkan integrasi beberapa software Adobe sekaligus. Coba bayangkan, bagaimana jika untuk setiap jenis pekerjaan tadi dikerjakan menggunakan software dari pengembang yang berbeda? Akan sangat rumit integrasinya, dan memakan waktu lebih lama, itupun jika tidak ada masalah dengan format file, dan sejenisnya.

Jadi, itu lah salah satu alasan besar kenapa software desain keluaran Adobe rata-rata lebih banyak dipakai di dunia industri.

Bukan berarti software keluaran pengembang lain jelek, tetap bagus juga, bahkan bisa membuat desain yang sama persis. Tetapi itu kembali lagi kepada kebutuhan desainer masing-masing.

Adobe Illustrator VS CorelDraw

Sumber gambar : dokumentasi pribadi

Software seperti CorelDraw biasanya lebih banyak dipakai di bidang percetakan, saya tidak tahu apa alasan khususnya, tapi sepertinya CorelDraw punya fitur yang memudahkan ketika desain akan di cetak/print, baik itu mengatur file desain, dan integrasinya dengan mesin cetak.

Adobe Illustrator dan CorelDraw pada dasarnya sama-sama software pengolah gambar berbasis vektor, jadi keduanya tetap bisa diandalkan membuat desain yang bagus, tergantung dari kemampuan desainernya sendiri.

CorelDraw sama sekali tidak kalah dalam urusan membuat grafis vektor, desainer dari indonesia juga banyak yang sukses menggunakan software ini, salah satunya yang sangat saya kagumi karena selalu konsisten dalam berkarya adalah Mas Ndop, kamu bisa cek websitenya di Dzofar.com , beliau ini sangat mahir menggunakan CorelDraw, khususnya dalam membuat vector wajah. Cuma duduk dirumah dan terima orderan desain, tidak perlu repot-repot ke kantor.

Inilah enaknya kalo kamu memilih kerja freelance atau buka usaha sendiri,  semua kontrol ada di tangan kamu, bebas menggunakan software apapun, menentukan jam kerja sendiri, dan menentukan sendiri bagaimana proses mengerjakan desainnya, dll.


Nah, lain cerita kalo kamu milih kerja kantoran, tentunya mau tidak mau, kamu harus bisa beradaptasi menggunakan software yang digunakan pada perusahaan tersebut. Yang pada umumnya menggunakan software desain keluaran Adobe.

So, pilihan ada ditangan kamu mau fokus menggunakan software desain yang mana.

Jika bisa menguasai keduanya tentu bagus, tapi biasanya desainer akan fokus pada satu software desain, pada kasus ini software pengolah grafis berbasis vektor, yaitu Adobe Illustrator dan CorelDraw.

Karena keduanya sama-sama berbasis vektor, jadi sebetulnya menguasai salah satu jenis software ini sudah cukup.