fbpx

Beberapa hari sebelum peringatan Sumpah Pemuda di tahun 2018. Bukalapak sebagai startup unicorn yang sedang berkembang pesat ini tidak mau ketinggalan untuk merayakannya.

Mereka memasang billboard/papan iklan di sejumlah titik, di kota-kota besar Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, mereka memasang iklannya dengan ukuran yang rata-rata cukup besar, agar bisa dilihat masyarakat, khususnya para pemuda millennials.

Sumber gambar : https://goo.gl/Xpni2y

Sekilas tidak ada yang salah kan dengan iklannya?

Tapi coba perhatikan dengan seksama pada tanggalnya. Ya, 29 Oktober. Inilah yang membuat ramai di media sosial, banyak sekali netizen yang rata-rata millennials ini memposting di sosmednya mengenai kesalahan fatal Bukalapak ini.

Bagaimana bisa perusahaan sekelas Bukalapak melakukan kesalahan seperti ini? Apalagi iklan di cetak dalam ukuran sangat besar.

Tidak sedikit orang yang protes dengan Bukalapak, tapi ada juga yang memilih tenang, tidak latah ikuti memposting di sosmed.

Klarifikasi

Nah, setelah beberapa hari dunia maya dibuat gaduh, akhirnya Bukalapak mengklarifikasi mengenai iklannya tersebut tepat pada tanggal 28 Oktober 2018, bertepatan sebagai Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Ya, bukan Bukalapak namanya kalo iklannya tidak nyeleneh. Mereka rupanya dengan cerdas membuat iklan Peringatan Hari Sumpah Pemuda ini sebagai bagian eksperimen sosial yang ditujukan kepada millennials.

Ini dilakukan Bukalapak untuk menyadarkan para millennials agar tidak lupa dengan sejarah. Bukalapak juga memanfaatkan kebiasaan netizen yang latah memposting sesuatu di sosial media.

Karena orang yang melihat iklan ini secara langsung atau melihat protes temannya di sosmed, mau tidak mau akan sadar dan akan bertanya-tanya “Bukannya Sumpah Pemuda itu tanggal 28 ya?”. “Eh, apa iya tanggal 29?”, yang kemudian membuat mereka akan berusaha mencari tahu kebenarannya sendiri. Bahkan mereka juga ikut menyuarakan kegelisahannya yang otomatis membuat ‘kesalahan fatal’ Bukalapak ini semakin viral.

Dan nyatanya eksperimen ‘gila’ yang dilakukan Bukalapak ini berhasil, karena bisa menyedot perhatian millennials yang membuat ramai sosmed, yang memang itu tujuan Bukalapak.

Tapi memang, sebagian orang tidak menyangka Bukalapak sengaja memasang iklan kampanye seperti ini untuk melakukan eksperimen sosial, karena sangat beresiko dan bisa jadi di sisi lain ada yang menilai bahwa ini adalah pelecehan karena ‘sengaja’ mengganti tanggal Peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Tapi, mari kita lihat sisi positifnya dengan Bukalapak berani mengambil resiko tersebut, membuat Peringatan Hari Sumpah Pemuda tahun 2018 ini menjadi lebih meriah, dan membuat para millennials merasa di ‘tampar’ karenanya.

So, mari kita tunggu gebrakan gila lainnya dari Bukalapak 🙂